Seringkali kita bingung dalam mengatasi keterlambatan pembayaran tagihan supplier dikarenakan tidak terkontrol nya sistem keuangan dalam sebuah bisnis. Bagaimana cara menghadapi keterlambatan pembayaran supplier? simak tips berikut ini.

Supplier adalah salah satu mitra bisnis yang keberadaannya penting karena berhubungan dengan keberlangsungan perusahaan. Tak ada supplier maka perusahaan bisa mati. Namun, bagaimana bila supplier justru menjadi "penghambat" kemajuan perusahaan?

Hambatan tersebut adalah bila supplier sering kali membayar telat, yang hal tersebut tentu akan memengaruhi cash flow perusahaan. Bila perusahaan Anda mengalami hal tersebut, berikut ini ada beberapa tips menghadapi keterlambatan pembayaran supplier, yaitu:

1. Anda harus memiliki kartu supplier yang hampir mirip dengan kartu piutang dagang. Berisi tentang lamanya tunggakan yang dilakukan oleh supplier. Mungkin seminggu, sebulan, tiga bulan, atau bahkan mungkin setahun.
2. Dari kartu supplier tersebut Anda bisa melihat, mana supplier yang baru telat sekali, sering telat, atau biasa saja. Pun Anda bisa melihat seberapa lama para supplier tersebut menunggak.
3. Selanjutnya Anda bisa mengelompokkan para supplier tersebut menurut kelompoknya masing- masing. Mungkin ada yang termasuk supplier loyal, biasa, dan parah.

Setelah melakukan langkah satu sampai tiga, tips menghadapi keterlambatan pembayaran supplier berikutnya adalah dengan berkomunikasi secara langsung. Untuk supplier yang baru menunggak sekali, mungkin cukup teguran halus. Sedangkan, untuk supplier yang sudah lama menunggak, memang dibutuhkan sedikit ketegasan. Putus hubungan adalah jalan terakhir yang akan diambil bila tak ada jalan lain.

Adapun cara penyampaiannya bisa melalui telepon, email, atau datang langsung dan bicara baik- baik.

Bilamana supplier tidak menggubris, apakah perlu bantuan debt collector?. Sebenarnya, tindak kekerasan dengan cara seperti itu tak harus dilakukan bila komunikasi baik- baik masih bisa. Terlebih untuk supplier potensial, ia bisa lari ke perusahaan lain hanya karena cara penyampaian Anda yang kurang tepat.

Supplier dan perusahaan seperti suami dan istri. Dua pihak tersebut saling tarik ulur. Bila terlalu ditarik akan lepas, pun bila terlalu diulur akan hilang. Bila ada masalah yang ada hubungannya dengan penagihan, mungkin tips menghadapi keterlambatan supplier seperti di atas bisa diterapkan. Hubungan dengan supplier tetap aman, cash flow pun lancar.

BERIKAN EXPRESIMU=>